Senin, 03 Maret 2014


AYO SEMANGAT

" HIDUP HARUS TERUS SEMANGAT HADAPILAH APAPUN YANG TERJADI DAN MASADEPANMU ADALAH DORONGAN TERBESAR UNTUK BERGERAK "
by : Muhammad Faiz Prawiro Negoro

Senin, 03 Februari 2014

Nasi dan Dupa

NASI dan DUPA
“mas jo, sri kangen”  katanya dalam hati sri. Seorang ibu yang memiliki satu anak perempuan. Setiap kali sang anak menanyakan bapaknya, sri hanya menjawab “neng , mas bangun lebih cepat jadi sebelum eneng bangun bapakmu sudah cepat pergi”. Jawaban sri juga tidak jauh berbeda ketika anaknya bertanya mengapa jika malam tidak bertemu dengan bapak,”eneng, bapak datangnya malam sekali saat eneng sudah tertidur pulas” jawab sri dengan sabar dan penuh keyakinan.
“Mas jo, sri cuman bisa ngasih makan pagi ini dengan nasi semangkuk yah!, lauknya diminta si eneng dia kepingin katanya” kata sri kepada mas jo yang selalu menanti nasi hangat buatan sri. “maaf yah mas jo, sri baru bisa memasak sekarang” penyesalan terlihat di wajah sri. Sri seorang gadis berumur kurang dari 30tahun.
Wajah sri masih cantik, ia dari keluarga kaya-raya namun keluarganya bangkrut karena usaha bapaknya ditutup. Memang penguasa itu lebih kejam, tidak puas memakan harta rakyat yang seharusnya dimanfaatkan dengan baik. Pengusaha yang mau lancar usahanyapun disikat, jika tidak keluarga sri salah satu korbanya.
Sri selalu setia menemani suaminya mas jo, tanganya yang mulus berubah menjadi kasar. “mas jo, aku sekarang bisa mencuci. Lihat bertumpuk-tumpuk cucian tetanggakupun dengan senang hati aku cuci, terkadang aku menawarkan untuk mencuci pakaian mereka” kata sri kepada suaminya jo. Sri semakin rajin saja. ”Eneng dengan senang hati membantu sri, menurut eneng mencuci baju itu seperti main air.” Lanjut cerita sri kepada jo.
“Hari ini hari minggu, kita ajak jalan-jalan eneng mas jo” sambil menggendong eneng sri membawa eneng mengelilingi pasar pagi. Sieneng membawa beberapa lembar daun pisang. Sri menyerahkan daun pisang itu kepada pedagang dipasar. Eneng juga menyerahkan daun pisang itu kepada pedagang. Tampak muka ceriah sepulang eneng diajak jalan-jalan oleh sri.
“jo pisang yang kamu tanam di kebun kita sekarang sudah besar, daunya sering sri petik mas jo agar terawat dan rapih. Oh iya ketika pohon itu berbuah, aku juga sering memetiknya, terimakasih yah mas jo” ucap sri ketika berada di kebun belakang rumahnya. Hoby mas jo ini terbilang unik, ia menanam sayuran, buah-buahan, cabai, sampai rempah-rempah seperti jahe, lengkuas, beraskencur, ada dihalaman belakang mereka.
“mas jo, sekarang sri bisa menyapu, mengepel, bahkan sri sudah tidak alergi lagi sama debu. Bukan hanya rumah sri yang dibersihkan. Tetangga juga ingin minta di bersihkan katanya sri telaten. Bahkan si eneng ikut membantu” sri tersenyum sambil berbicara dengan mas jo. Tak lupa dibersihkanya kaca yang berdebu dengan kain lap.
“mas jo, maaf yah sarapan hari ini nasinya berwarna coklat. Mungkin karena sri lupa sedang asik menjahit pakaian eneng yang sobek lihat saja lenganya sudah tidak muat, terlebih lagi tadinya celana panjang sekarang jadi celana pendek jadinya sobek, apalagi si eneng sudah bisa kesana kemari. Lain kali kalo celana mas jo robek sri jahit yah mas, jangan di bawa ke tukang jahit mahal” sripun tertawa saat bercerita dengan mas jo. Sri mengambil benang jahit dan mulai menjahit pakaian eneng yang robek.
“mas jo, eneng sudah naik kelas dua SD. Eneng nanya kamu ada dimana? Kok tidak hadir” sri mengenggam telpon dan mengirim sebuah pesan kepada mas jo yang di nama di handphon sri suamiku. Sri resah menunggu balasan segera balasan dari masjo. Sri hanya menghelakan nafasnya lebih panjang dari biasanya sambil mengendurkan otot-otot tubuhnya. Eneng melihat teman-temannya yang ditemani oleh kedua orangtuanyapun tersenyum dan berkata kepada ibunya “mama, bapak sibuk yah? Pasti orang kaya” Tanya eneng kepada sri. Sri hanya tersenyum sambil mengelus rambut anaknya. Tibalah giliran eneng yang dipanggil untuk menerima rapot. Walikelas eneng berbicara kepada sri, eneng merupakan anak yang rajin dan pintar katanya. Memang mas jo juga pintar mungkin keturunan kali bisik sri dalam hati. Kata walikelas eneng besok di suruh hadir, untuk menerima beasiswa karena termasuk murid yang berprestasi. Tak hanya di bidang akademin, dibidang molahraga eneng juga pintar. Sri merasa lega seperti beban terangkat 1ton pada pundaknya.
“jo malam ini kamu kemana? Tapi tak apa aku sudah menyediakan nasi hangat dan daging untukmu. Jangan lupa dimakan, ini perayaan anak kita karena ia tidak hanya rajin, ia juga pintar dan berprestasi” ungkap sri merasa bersyukur hidupnya jauh lebih baik lagi. Ia menaruh semangkuk nasi itu diatas meja seperti biasa setiap hari. Dipagi atau malam hari, berharap mas jo memakan masakan yang disediakan oleh sri.
Sri terus bergelut dari satu bidang ke bidang yang lain. Sri memang multi talenta dalam bidang-bidang tersebut. Hanya belajar sedikit, sri bisa menguasai dengan baik. Entah sudah berapa lama jo tidak pulang kerumah. Sri begitu rindu akan kehadiran jo, sosok yang menjaga dan mendamaikan keluarga. Sri tetap bersemangat terus bertahan bersama eneng.
Setelah sekian lama sri akhirnya mendapatkan pekerjaan yang bagus. Saudaranya membutuhkan akuntan gudang untuk menghitung jumlah keluar masuk barang. Kehidupan sri sekarang sudah stabil. Bahkan melebihi duit kiriman jo setiap bulanya. Jo memang begitu bisa mengambil peluang dan mengerti segala resikonya. Tidak sia-sia kerja jo selama ini terlebih lagi di dalam kehidupan sri. Segala sesuatu yang ia tinggalkan pasti memiliki manfaat sekecil apapun.
Eneng sekarang sudah besar, ia tumbuh cantik seperti ibunya. Banyak yang bilang eneng dan ibunya tidak jauh berbeda, seperti kakak dan adik. Banyak lelaki yang tertarik terleih lagi jika yang sudah berumur tidak segan-segan mengajak sri untuk makan malam. Suatu ketika bawahannya sendiri pernah mengatakan cinta kepada sri. Sri tetap berpegang teguh sama prinsipnya yang ia bangun oleh mas jo.
Sri wanita yang lurus tidak ada celah menikung. Mungkin hal ini yang membuat jo sangat tertarik dengan sri dan akhirnya menjatuhkan pilihan kepada sri untuk hidup bersama. Jo sangat tahu kemampuan sri sampai dimana, untuk itu jo merasa aman jika ia harus meninggalkan Indonesia untuk urusan bisnisnya.
Setiap hari eneng menanyakan ayahnya. Sri selalu berkata bahwa jo super sibuk diluar sana. Eneng hanya menurut saja perkataan sri. Sifat ini juga yang diturunkan sri kepada anaknya eneng cantik jelita. Sri semakin mengerti tentang kehidupan ini. Ia tidak mau menghianati cinta jo kepadanya, karena tidak mungkin setiap wantia bisa mendapatkan pasangat seperti jo. Untuk itu sri tetapi mejaga cintanya dari godaan-godaan dunia.
Sekarang sri bersyukur bisa memberikan nasi hangat dan juga lauk kepada jo setiap pagi. Tidak seperti dulu, mungkin hanya nasi saja atau air jika memang sri tidak lagi memegang uang. Kehidupan sri sekarang jauh lebih mapan. Semakin ia mapan semakin banyak juga lelaki yang mendekatinya, begitu pula dengan si eneng harus lebih berhati-hati kepada lelaki dekat denganya. Sri dan eneng selalu berbicara tentang ayahnya, dari masa pacaran hingga menikah.  Eneng sendiri kagum dan bangga dengan sosok ayahnya. Mungkin ia akan mencari sosok suami nanti seperti ayahnya kelak, tapi sampai sekarang eneng belum sempat mencari pasangan. Katanya biarkan saja pasti nanti juga banyak lelaki tertarik dengan eneng. Eneng sangat lebih focus dengan pendidikan yang ia geluti. Menurutnya sangat sayang waktu digunakan untuk tidak belajar, begitupula dengan sri.
10tahun lamanya. Sebuah surat datang disebuah pekarangan rumah. Dengan warna merah cerah jika kita melihatnya menimbulkan semangat menggelora. Sebuah taman kecil dan dibelakang masih tertata rapih kebun milik suaminya. Sri masih rajin membuat masakan untuk suaminya. Sebelum ia berangkat berkerja tak lupa memasukkan bekal makanan ketas untuk anakanya eneng dan menghidangkan nasi hangat berserta lauk kepada jo. Eneng sudah beranjak dewasa. Ia semakin cantik menandingi kecantikan sri. Pagi itu sri membuka sebuah lembaran.
Sebuah cap dari perusahaan, rupanya itu surat dari jo. Sri sangat senang mendapatkan surat itu. Air matanya mengalir deras mendapatkan surat dari kekasihnya. Seorang teman dan juga sahabat jo datang bersama surat itu. Percakapan panjang lebar dirumah jo membuat sri tidak pergi bekerja untuk hari ini.
“Jo terimakasih, engkau sudah percaya kepadaku” sri berbicara dalam hati. Hingga tengah malam mereka asik sekali mengobrol. Obrolan mereka sangat serius, sehingga sri memutuskan untuk pindah keruang kerjanya. Eneng pulang dari tempat les langsung pergi menuju kamarnya karena ia sangat ingin bersitirahat.
Hingga malam akhirnya percakapan itu terhenti karena sudah menemukan sebuah kesepakatan. Sri siap-siap untuk membawa beberapa baju di dalam kopernya. Ia harus segera pegi untuk beberapa waktu, sri bingung dengan keadaan baru ini. Setelah semua siap sri beristirahat sebentar hingga pagi.
Akhirnya eneng bangun, sri berkata kepada eneng bahwa ia harus pergi beberapa waktu. Eneng akan dititipkan kepada saudaranya yang akan menginap disini. Bibi yang dari kampong halamanya eneng. Enengpun tersenyum karena selama ini  memang keluarga besar mereka benar-benar terpisah.  Bahkan eneng sendiri tidak tahu wajah bibinya.
Sudah dua minggu sri pergi, setiap malam sri selalu menjaga komunikasi dengan eneng karena ia adalah harta benda satu-satunya yang sangat berharga. Tak lupa ia agar bangun pagi untuk menaruh makan di atas meja untuk ayahnya.
Eneng yang penasaran selama ini sosok ayahnya pergi kemana, akhirnya memutuskan untuk begadang sampai pagi. Pada akhirnya eneng sendiri tertidur di atas meja tempat sri selalu memberikan makan untuk jo. Ia memberanikan diri berkata bibinya, bibinya sendiri tidak mau menjawabnya. Akhirnya jo merupakan sosok misterius dalam diri eneng. Namun cerita dari ibunya membuat pikiran eneng menjadi lurus kembali. Ia percaya bahwa ayahnya datang kerumah setiap hari untuk makan masakan sri yang enak.
Saat sri pulang kerumah ia membawa banyak barang dan menjadi wanita super sibuk. Hampir taka da waktu untuk bertemu dengan eneng. Suatu ketika eneng diajak oleh sri ke sebuah gedung megah, pelayanan yang sangat ramah kepada eneng dan sri. Ternyata diatas gedung tertinggi merupakan tempat tinggal sri sekarang. Ia sangat ingin eneng untuk tinggal disitu, dengan sangat marah eneng pergi meninggalkan sri. Hati eneng sakit, ia lebih memilih untuk tinggal di rumahnya yang lama, walau rumah itu rusak atau bocor, eneng lebih nyaman tinggal disitu.
Sejak saat itu eneng dan sri tidak pernah bertemu lagi, bibinya sendiri akhirnya harus pergi karena suaminya di kampung membutuhkan bantuannya. Kehidupan eneng sekarang berubah, jauh berbeda dengan kehidupan sri. Akhirnya eneng harus melanjutkan kuliahnya yang sudah tingkat akhir dengan bekerja menjadi pelayan atau penjaga toko. Dengan susah payah eneng menamatkan kuliahnya.
Ia bertemu dengan seorang pria yang masuk dalam kehidupan eneng. Sri ibunya sudah tidak ada lagi kabar darinya semenjak eneng memutuskan untuk pergi dan tinggal dirumahnya yang lama. Setiap pagi kegiatan sri digantikan oleh eneng. Menanak nasi, dan berharap ayahnya jo datang memakannya. Ia tetap percaya ayahnya datang setiap malam hanya untuk makan dan pergi setelah pagi. Untuk itu eneng menggantikan tugas ibunya yang selama ini ia kerjakan.
Eneng hidup dari kebun yang ia rawat, semua tersedia di sana eneng tinggal memetik dan memasaknya. Seorang pria serius untuk melamar eneng, ia ingin segera menjadikan eneng istrinya. Eneng yang akhirnya luluh hanya memberikan sebuah alamat ke pada pria tersebut. Pria itu pergi ke alamat yang eneng maksud agar ia bisa segera melamar eneng.
Dengan hati gundah pria masuk kesebuah ruangan besar penuh dengan barang-barang antik dan mahal. Beberapa jam kemudian pria menampakkan wajah baru berseri-seri dengan penuh harapan ia segera pulang menemui eneng untuk langsung merencanakan pernikahan mereka. Tetapi pria memiliki pertanyaan yang sangat besar didalam kepalanya. Bayangkan mengapa eneng susah payah hidup seperti ini, sedangkan ibunya hidup jauh lebih baik di atas eneng. Sebagai seorang yang hanya memiliki satu anak mungkin eneng sangat dimanja oleh ibunya, tetapi kenyataanya sangat berbeda.
Setelah eneng resmi menikah dengan pasanganya. Pria semakin merasa aneh dengan ayahnya eneng yang tidak pernah ia temui tetapi tugas eneng terus diembanya, dengan menyiapkan makan pagi dan makan malam untuk ayahnya jo. Kehidupan eneng sekarang sedikit lebih baik dan terbantu karena kehadiran suaminya. Eneng selalu bersyukur dengan semua yang diberikan oleh pria yang terbaik dalam hidupnya ayah dan suaminya.
“jo sekarang engkau sudah memiliki menantu, kenapa engkau tidak datang di acara terpenting anak kesayanganmu eneng?, sri berfikiran sama denganmu, sri tidak hadir dalam pernikahan eneng” kata sri kepada suaminya. Sri terduduk ditengah ruangan kerja sekaligus rumah disebuah gedung bertingkat. Sri tidak lagi memasak untuk jo, karena ia yakin eneng pasti selalu memasak untuk ayahnya. Sri yakin jo lebih suka tinggal di rumahnya daripada harus tinggal di sini bersama sri.
“jo aku mendapatkan kabar dari bibi, katanya eneng sekarang hamil. Sebentar lagi kita akan memiliki cucu jo. Mungkin sedikit lagi aku akan menyusulmu kerumah. Untuk tinggal bersama keluarga baru kita. Aku sudah mempersiapkan semuanya jo. Sebuah hadiah untuk anak dan cucu kita. Teman-teman juga sudah sangat setuju dan sependapat dengan pikiran kita” sri berbicara kepada jo sambil menyiapkan berkas-berkas yang sudah di tandatangan oleh sri. Sebuah senyum kerinduan segera hadir penantian panjang seorang ibu yang berjuang untuk keluarganya selama ini.
Dia hanyalah satu dari sekian ratus orang yang mati setiap detik. Bagi dunia dia tidak berarti tetapi bagi seseorang ia sangat menanti kedatangannya. “jo sudah kukatakan, semua sudah kupersiapkan namun sayang hari ini aku tidak sempat melihat wajah cucu kita. Aku malah terlebih dahulu datang menemuimu. Jo, maafkan aku. Atau engkau sudah rindu padaku lalu memanggilku?” Tanya sri begitu bingung kepada jo.
Tidak ada yang tahu kepergian sri sampai pada akhirnya eneng hanya disuruh oleh bibinya. Lain kali jangan memberikan nasi kepada ayahmu saja, sekarang belajarlah memberikan nasi kepada ibu. Jika rezekimu berlebihan tambahkanlah lauk dan jangan lupa nyalakan dupa diatasnya. Agar keluargamu selalu di lindungi oleh mereka. Eneng hanya menurut kata bibinya dan mengerjakan yang diperintahkanya setiap hari. Ia percaya diam-diam ibu dan ayahnya datang, melihat keluarga mereka setiap hari.
Sepucuk suratpun datang, ia lebih memilih keluarganya. Suaminya yang mengurus semuanya untuk keluarganya. Jo dan sri tersenyum melihat pengabdian anaknya kepada kedua orang tuanya. “jo, kau lihat sekarang. Eneng sudah tumbuh dewasa, melebihi sri dan aku bangga mas jo. Tetapi sekarang aku lebih tenang bersamamu disini” ungkap sri kepada jo. “sri, telah lama aku menantimu dan sekarang akhirnya kita bisa berjumpa dan berbicara. Aku selalu mendengar keluh kesahmu. Tetapi aku yakin engkau bisa melewati ini semua. Waktu kita masih panjang, kita bisa mengobrol hingga pagi. Tetapi sebelum itu, maafkan aku sri” jawab jo untuk sri yang akhirnya mereka berbincang panjang lebar ditemani wewangian yang khas dan masakan dari anaknya.

By : Muhammad Faiz Prawiro Negoro

Sistem Pergudangan On-line PT. MITRA AMANAH COMPUTINDO

Sistem Pergudangan On-line PT. MITRA AMANAH COMPUTINDO

Proposal Proyek Perangkat Lunak 
“Sistem Pergudangan On-line pada PT Mitra Amanah Computindo”


A.   LATAR BELAKANG 
PT Mitra Amanah Computindo merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam persewaan peralatan tangga-tangga besi (scaffolding) untuk mendukung pembangunan, perbaikan maupun renovasi rumah-rumah dan gedung-gedung. Setidaknya ada  18 jenis item barang yang direntalkan oleh PT Mitra Amanah Comptindo, seperti pipe support (TS-70, TS-90), main frame (t-190, t-170), stair, cat walk, jack base (t-60, t-40), U-Head (t-60, t-40), cross brace (p-200, p-193), join pin, leader frame (90, 60), swimple clamp, horry beam dan pipe 6 meter. Mengingat banyaknya item yang harus dikelola oleh bagian pergudangan (inventory), berkaitan dengan keluar-masuknya barang akibat transaksi peminjaman, pengembalian, penambahan item baru, pengurangan barang akibat rusak maupun hilang, maka perlu kiranya dibuat sistem kontrol barang “on-line” sehingga kondisi terbaru (terakhir) mulai dari jumlah barang tersisa, jumlah barang tersewa, jumlah barang rusak  maupun tambahan barang baru bisa diketahui secara cepat dan akurat.  

B.   PERMASALAHAN  
PT Mitra Amanah Computindo sebenarnya telah memiliki sistem inventory yang belum on-line. Namun seiring dengan perkembangan bisnisnya yang kian maju, menyebabkan volume transaksi bisnisnya kian meningkat, sehingga pihak pemilik (owner) memandang perlu untuk mengubah sistem inventory yang ada menjadi sistem yang bersifat “on-line” dengan kemampuan sebagai berikut :
Mendapatkan laporan (report) yang dikehendaki secara on-line
Menampilkan inventaris barang-barang secara on-line
Menampilkan deskripsi barang-barang secara on-line
File maintenance secara on-line.  

C.   TUJUAN            
Proyek perangkat lunak  “Sistem Gudang On-line” ini dimaksudkan :
Menghasilkan perangkat lunak untuk aplikasi Sistem Gudang On-line yang memiliki fitur-fitur standar seperti menambah barang, menghapus barang, menampilkan inventarisasi barang dan pembuatan laporan dan sebagainya.
Memudahkan pekerjaan administrator gudang, karena bisa mendapatkan informasi barang secara cepat dan akurat..
Memudahkan pekerjaan up-date barang, karena ada penambahan barang baru  dan pengurangan barang akibat rusak maupun hilang.
  
 D.   METODOLOGI
Metodologi merupakan elemen yang paling mendasar dari suatu proses bisnis. Berikut ini adalah suatu metodologi untuk merealisasikan proyek perangkat lunak “Sistem Perdudangan On-line” pada PT Mitra Amanah Computindo, akan ditempuh langkah-langkah sebagai berikut : 
 1.      Studi Kelayakan (feasibility study)
PT Mitra Amanah Computindo Membutuhkan software untuk membantuk kelancaran dalam usaha bisnisnya. Untuk itu software ini diperlukan agar memenuhi dan malancarkan bisnistersebut. Agar aplikasi ini berjalan mulus dipastikan untuk di meng-updatenya.
2.   Desain Fungsi (Design Function)
Untuk mendetailnya dimulai dari Context  Diagram, Data Flow Diagram (DFD),  desain file, desain table, relasi tersebut membentuk dan mendukung system sesuai dengan permintaan PT Mitra Amanah Computindo.
3.      Pemrograman (Programming)
Setelah desain melanjutkan penulisan algoritma yang memungkinkan keputusan diambil atau langkah-langkah lainya. Setelah itu pengkodingan agar bisa memasukkan kode tersebut kedalam bahasa pemograman.
4.      Pengujian (Testing)
Pengujian dilakukan secara berulang-ulang sehingga memantapkan dan menghindari dari bug. Pengujian juga dilakukan berdasarkan seringkali user mencobanya.
 5.      Pelatihan (Training)
PT Mitra Amanah Computindo tentu saja mendapatkan training untuk software tersebut dalam mengupdatenya atau memanagement software. Terbagi menjadi beberapa kategori berdasarkan kebutuhan, User, Administrasi, Owner. Jika User hanya dapat menampilkan saja. Administrator untuk melakukan update data saja. Sedangkan owner bisa memantau transaksi yang terjadi pada software tersebut.
6.      Pemeliharan (Maintenance)
Pemeliharaan dilakukan secara berkala terlebih lagi jika ada pemasukan data baru atau produkbaru dari gudang. Sudah jadi kewajiban untuk Administrator melakukan pekerjaan ini tentu saja setelah menerima perintah resmi dari owner PT Mitra Amanah Computindo.
7.      Dokumentasi (Dokumentation)
Dokumentasi merupakan bentuk dimana jika terjadi kesalahan atau eror yang sewaktu-waktu tidak dikehendaki agar bisa dipecahkan persoalannya. Selain itu untuk membuktikan bahwa proses pengkerjaan sedang terjadi.

E.    JADWAL PROYEK
Untuk mengerjakan proyek pergudangan PT Mitra Amanah Computindo. Kami membutuhkan waktu sekiranya 2 bulan masa kerja.

Catatan :
Pada setiap awal kegiatan, jadwal yang lebih rinci akan didiskusikan di antara para anggota tim.
Pada setiap akhir kegiatan, laporan kemajuan akan disiapkan oleh pimpinan tim untuk memberikan gambaran tentang status proyek kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Masalah dan kendala akan di diskusikan dalam pihak-pihak yang terkait.

F.   SUMBER DAYA MANUSIA
Untuk melaksanakan system pergudangan online PT Mitra Amanah Computindo sangat dibutuhkan tim yang terdiri dari 5 orang:
1. Muhammad Faiz Prawori Negoro sebagai Ketua dan penanggung jawab tim
2. Wulandari Nur fajriyah sebagai Sekertaris dan dokumentasi.
3. Dwi Abrianto sebagai programmer.
4. Nur Faizin Satrio Wicaksono sebagai programmer.
5. Ririn Villa Ayuni sebagai konsultan.
G.   SPESIFIKASI  HARDWARE  DAN  SOFTWARE
Hardware :
Processor Core2 Duo
Memory 2 Gb
Hardisk 250 Gb
Vga 25O mb
Software :
Sistem operasi – windowsXP
Windows server 2000
Database SQL Server 2000
Dreamweaber
Mozilla firefox
XAMPP
 Biaya untuk implementasi “Sistem Pergudangan Online PT Mitra Amanah Computindo” diperkisarkan sebagai berikut :

No
Kegiatan
Jumlah ( Rp )
1
Studi kelayakan
500.000
2
Desain Fungsi
750.0000
3
Pemrograman
2.000.000
4
Pengujian
250.000
5
Pelatihan
600.000
6
Pemeliharaan
600.000
7
Dokumentasi
100.000
Jumlah Total
Rp 4.800.000


  









Kesimpulan :
Dengan adanya penerapan aplikasi sistem pergudangan online ini, PT Mitra Amanah Computindo dapat mengetahui secara cepat dan akurat setiap kondisi terakhir mulai dari keluar-masuknya barang akibat transaksi peminjaman, pengembalian, penambahan item baru, pengurangan barang akibat rusak maupun hilang. Selain memudahkan para pemimpin perusahaan dalam melihat suplay gudang mereka juga memudahkan pembeli untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan